« Home | Mata dan Kesaksian Bisu.... » | Jaman Wis Akhir..... » | LaGi DeMam.... » | "Akankah kau ingin sendiri wahai sebuah jiwa?" » | Farewell Again » | Farewell » | Farewell..... » | Jiwa Kecil yang sendiriCinta....Bertemu di persim... » | WadOOOOOOOO..... » | PenGakuaN DaLam kenYaTaaNPengakuanku…. Tersaat... »

WaNiTa DaN SeBuaH peDanG...



Pedang tersembul dari balik jubah
Memucuk tajam menghunus jera
Tak memandang salah apa benar
Semua tiada beda

Yang benar tiada tampak
Yang salah tiada nampak
Semua hanya hitam putih
Yang menjadi dasarnya

Wanita pembawa pedang
Ia membawa pedang bak sebuah nyawa
Ia menghunus
Menghujam
Merujam
Bertubi- tubi
Hingga yang tampak hitam atau putih itu sirna
Sirna tertelan oleh hembusan pedang

Wanita pembawa pedang
Tak pernah akan berhenti
Ia terus menghunus pedang

Ia hanya bertugaskan
Ia hanya mewajibkan
Atas segala kerana yang terbebankan

Salahkah apa yang ia perbuat
Ataukah ini jalannya
Tapi..
Hingga saat akhir tiba
Ia kan tetap membawa pedang
Menabas segala bentuk dasar hitam putih
Hitam putih yang tak ada beda